Senin, 11 Maret 2013

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA


A. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PRA-AKSARA DI INDONESIA
Bila ditinjau dari sistem mata pencahariannya, perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pra-aksara melalui beberapa tahap, yaitu :
1. Masyarakat berburu dan meramu.
2. Masyarakat beburu dan meramu tingkat lanjut.
3. Masyarakat bercocok tanam dan berternak.
4. Masyarakat perundagian.
1. MASYARAKAT BERBURU DAN MERAMU
• Perkembangan masyarakat pada masa ini berjalan sangat lamban.
• Manusia hidup tergantung dengan alam, makanan diperoleh dengan cara berburu, mengumpulkan umbi-umbian dan menangkap ikan.
• Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil, hal ini untuk memudahkan langkah dan gerak mereka dalam mengikuti binatang buruannya, atau mengumpulkan makanan.
• Hidup berpindah-pindah tempat (nomadem).
• Pemilihan pemimpin dengan mengunakan sistem Primus Inter Pares.
• Menggunakan bebagai alat dari batu dan tulang.
2. MASYARAKAT BERBURU DAN MERAMU TINGKAT LANJUT
• Mereka hidup masih tergantung dengan alam.
• Mulai lama tinggal disuatu tempat, di dalam gua-gua (semi sedentair).
• Kerena tidak lagi berpindah-pindah tempat, mereka memiliki waktu luang untuk melakukan hal lain seperti membuat lukisan di dinding gua yang mereka tinggali.
• Lukisan yang mereka buat masih berkaitan dengan kepercayaan awal : penghormatan kepada arwah nenek moyang, menggambarkan binatang buruan, atau binatang yang dianggap suci dan gambar telapak tangan yang berwarna merah (sebagai penolak roh jahat dan upacara kesuburan).
3. MASYARAKAT BERCOCOK TANAM DAN BERTERNAK
• Mereka sudah hidup menetap, sudah ada perkampungan yang dekat dengan mata air, seperti sungai.
• Adanya pembagian kerja secara sederhana antara laki-laki dan perempuan, laki-laki tugasnya ada hubungannya dengan mengerjakan lahan, sedangakan perempuan berkaitan dengan tugas-tugas penyelenggaraan rumah tangga.
• Dalam corak bercocok tanam mereka mulai menggarap tanahnya dan berusaha menyimpan makanannya dengan cara mengawetkan. Bentuk kerja mereka dengan cara berhuma, dan ladang berpindah.
4. MASYARAKAT PERUNDAGIAN
• Pengertian Perundagian adalah pertukangan, artinya orang yang memiliki ketrampilan atau kemampuan dalam melakukan pekerjaan tertentu.
• Telah memilki kehidupan yang menetap (sedenter).
• Hasil kebudayaan berkembang dengan pesat, seperti benda-benda yang terbuat dari : perunggu, besi, dan gerabah yang sangat halus, serta perhiasaan / manik-manik yang terbuat dari batu-batuan, dan dari kulit kerang.
• Mata pencaharian adalah pertanian dengan cara berladang dan bersawah, masyarakatnya sudah mengenal perdagangan dengan sistem barter.
• Sistem kepercayaan yang berkembang adalah pemujaan terhadap roh nenek monyang, yang didahuli persembahan terhadap roh nenek monyang (ditemukannya bangunan pemujaan).
2. Kebudayaan Kapak Lonjong
Adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur, dengan ujungnya yang lancip sebagai tempat tangkai yang diikat menyiku. Persebarannya disekitar Indonesia bagian Timur : Sangihe Talaud, Sulawesi, Flores dan Maluku, Kapak lonjong memiliki dua ukuran : ukuran kecil (kleinbeil) dan ukuran besar (walzenbeil).
Selain itu ada pula ditemukan gerabah untuk keperluan rumah tangga dan upacara yang ditemukan dibukit kerang Sumatera dan bukit pasir pantai selatan. Pendukung kebudayaan ini adalah Ras Melayu Melanesoid.
B. KEBUDAYAAN MASYARAKAT AWAL DI INDONESIA.
• Pengertian Kebudayaan.
Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia, dapat berwujud benda maupun abstrak.
Kebudayaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat maupun secara keseluruhan.
• Menurut Arnold J.Toynbe : kebudayaan timbul dan berkembang sebagai upaya menusia untuk menjawab tantangan yang ada pada alam sekitar.
• Menurut Koentjaraningrat terdapat 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal, yaitu :
1. sistem religi.
2. sistem sosial atau organisasi.
3. sistem pengetahuan.
4. bahasa.
5. kesenian.
6. sistem mata pencaharian.
7. sistem peralatan hidup atau tekhnologi.
Bila dilihat dari benda-benda hasil budaya manusia purba, maka tahap-tahap perkembangan kebudayaan masyarakat Awal di Indonesia dikelompokkan dalam pembabakan zaman. Sebagai berikut :
1. ZAMAN PALEOLITHIKUM
Pada zaman ini terdapat 2 kebudayaan yaitu : kebudayaan Pacitan dan Ngandong, di kebudayaan Pacitan ditemukan alat-alat dari batu, yang disebut kapak genggam (chopper). Sedangkan di kebudayaan Ngandong banyak ditemukan artefak dari tulang dan kapak genggam yang mempunyai ciri khas. Manusia pendukungnya adalah : homo soloensis, Meganthropus dan Pitecantropus erectus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar